Disusun oleh : Suhaila Muhammad Darwisy
Mengapa Afrika, dengan segala kekayaan sumber daya alamnya yang luar biasa, tetap terjebak dalam kemiskinan dan keterbelakangan? Mengapa program reformasi ekonomi di sana tidak membuahkan hasil sebagaimana di negara lain? Dan apakah Brasil bisa menjadi contoh yang patut diteladani untuk menyelamatkan ekonomi negara-negara di benua ini?
Benua Afrika memiliki sekitar 30% cadangan mineral dunia, 40% emas, dan 90% kromium serta platinum, selain tanah pertanian yang luas dan sumber air yang dapat diperbarui. Namun demikian, benua ini masih mengalami krisis ekonomi yang berulang dan lambat dalam mencapai tingkat pembangunan yang nyata. Apa yang menghambat kemajuannya? Di manakah letak kesenjangan antara kelimpahan sumber daya dan lemahnya hasil yang diperoleh?
Studi ini mengajukan pertanyaan-pertanyaan sentral mengenai efektivitas program reformasi ekonomi di negara-negara Afrika Sub-Sahara, khususnya di Uganda dan Djibouti, yang telah mengadopsi kebijakan reformasi dengan harapan melewati krisis dan mencapai pertumbuhan.
Studi ini membandingkan pengalaman tersebut dengan pengalaman Brasil, negara yang berhasil bertransformasi dari kemerosotan ekonomi menjadi salah satu kekuatan ekonomi besar dunia. Apakah negara-negara Afrika dapat mengikuti jejak Brasil? Apa yang mereka butuhkan agar berhasil?
Studi ini berangkat dari hipotesis bahwa reformasi bukanlah resep tunggal yang berlaku untuk semua waktu dan tempat, melainkan sebuah proses kompleks yang memerlukan pemahaman mendalam terhadap konteks lokal, politik, dan sosial. Melalui analisis langkah-langkah reformasi ekonomi di Brasil, studi ini berusaha mengambil pelajaran dan hikmah yang dapat diterjemahkan menjadi jalur implementasi di Afrika.
Studi ini memberikan Anda sebuah pembacaan analitis komparatif yang layak direnungkan mengenai hubungan antara kekayaan alam dan pembangunan ekonomi, serta model-model internasional yang dapat menginspirasi jalur kebangkitan di Afrika.

Tambahkan Komentar