Nomor Internasional
979-8-9894743-9-4
Penulis
Dr. Muhammad Wafiq Zainal Abidin
Cetakan Edisi
Pertama, 2025
Bahasa
Arab
Klasifikasi Utama
Filsafat Islam
Klasifikasi Sub
Hukum Islam, Aqidah

Iman tidak pernah meninggalkan seseorang tanpa membentuk kembali pandangannya dan mengingatkannya akan fitrah tauhid, serta mengisi jiwa dengan makna-makna yang mustahil dicapai kecuali oleh agama. Maka, jiwanya penuh dengan pujian, syukur, istighfar, tasbih, takbir, dan dzikir, sehingga ia tidak menjadi mangsa kecemasan, kesusahan, kesedihan, dan kebingungan rasionalitas. Justru iman mengembalikan keseimbangannya, memperbaiki jalannya, dan mengajarkannya bagaimana akhlak itu adalah tindakan dan gerakan, bukan sekadar nama dan deskripsi; serta bagaimana penghambaan adalah cara hidup yang tak bisa dihindari! Dan ketika datang saat akhir hayat dan di tangannya ada bibit, apa yang harus ia lakukan?

Inilah perbedaan antara agama dan sistem materialistik duniawi yang memisahkan kewajiban dari akhlak dan mengabaikan perasaan manusia karena mengabaikan realitas mereka. Sedangkan Islam, karena tidak mengabaikan realitas dan tidak terpisah darinya, tidak meremehkan perasaan manusia, malah membangkitkan dan menguatkannya serta mengekstrak energi pendorong untuk beramal. Islam memberi tahu dengan jelas: siapa dia, mengapa ia menghadapi apa yang dihadapinya, apa yang harus ia lakukan saat menghadapinya, di pihak mana dia berada, dan apa yang semestinya diperbuat! Semua itu agar mengarahkan energinya menuju usaha dan penanaman, tidak hanya di dunia saja, maupun hanya di akhirat, akan tetapi di kedua alam sekaligus.

Setiap persoalan umat Islam, setiap fenomena dalam hidup mereka, mempunyai “dimensi keimanan” berupa aqidah, sunnah, dan dasar hukum yang mengelilinginya. Melalui itu terbentuk kesadaran kita terhadap persoalan dan fenomena tersebut, karena itu merupakan keharusan bagi seorang Muslim sebagai “hamba” Allah Yang Maha Mulia.

Sebenarnya, dimensi keimanan dalam persoalan besar umat Islam mendominasi puluhan halaman. Oleh karena itu, saya mencoba untuk fokus pada gagasan-gagasan terpentingnya, menanamkan harapan dalam jiwa dan membangkitkan semangat. Karena setiap prasangka buruk terhadap Allah, menolak-Nya, kemudian terhadap umat dan akhirnya terhadap diri sendiri, sejatinya merupakan akibat dari kurangnya pengetahuan tentang dimensi keimanan ini. Dan sejauh seseorang memperoleh kepercayaan pada ketiga hal ini — kepada Allah, kepada sesama mukmin, dan kepada dirinya sendiri — sejauh itu pula ia mampu melawan realitas dan mengubahnya. Seorang Muslim tidak akan kembali sehat sebagai seorang Muslim kecuali ketika ia percaya kepada Allah dan memulihkan kepercayaannya pada diri sendiri dan pada sesama mukmin.

Tautan untuk mendapatkan buku secara gratis

Telegram

WhatsApp

واتساب

Google Books

Abjjad

أبجد